LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1
PERCOBAAN 04
PERCOBAAN 04
LAPORAN REAKSI-REAKSI HIDROKARBON
DISUSUN OLEH:
NAMA: RADIAH
NIM: A1C118005
KELAS: REGULER A 2018
DOSEN PENGAMPU:
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
Gambar.3 Bahan-bahan yang digunakan
Gambar.4 tabung reaksi yang berisi n-heksana dan brom diletak dibawah sinar matahari
Gambar.5 warna minyak jelantah yang ditetesi dengan larutan asam sulfat,
asam nitrat, kalium permanganat dan asam bromida
VII. TUJUAN
PENGAMATAN
· Praktikan
diharapkan dapat memahami perbedaan sifat-sifat hidrokarbon alifatik jenuh dan
tak jenuh dan aromatic
· Praktikan
diharapkan dapat membedakan ketiga golongan senyawa hidrokarbon pada jenis
reaksi kimia
· Praktikan
diharapkan dapat memahami cara dan teknik pengujian ketiga golongan senyawa
hidrokarbon
VIII. MANFAAT PRAKTIKUM
Adapun manfaat diadakan
praktikum pada percobaan Reaksi-Reaksi Hidrokarbon adalah
1. Dengan
dilakukannya praktikum ini praktikan dapat mengetahui sifat-sifat senyawa
hidrokarbon
2. Praktikan
juga bisa mengetahui bagaimana cara menguji suatu senyawa tersebut mengandung senyawa
hidrokarbon
3. Dengan
dilakukannya praktikum ini praktikan juga bisa mengidentifikasi suatu senyawa
tersebut jenuh, tak jenuh ataupun aromatic
X.
DATA PENGAMATAN
10.1 Brom dalam karbon
tetraklorida
No.
|
Perlakuan
|
Hasil
|
1
|
Dimasukkan 1 mL alkana (n-heksana) kedalam tabung reaksi ,
kemudian ditambahkan 10-15 tetes brom diguncangkan, ditempatkan tabung dalam
tempat gelap
|
Warna tidak mengalami perubahan
|
2
|
Dimasukkan 1 mL alkana (eter) kedalam tabung reaksi,
kemudian ditambahkan 10-15 tetes brom diguncang dalam tempat yang disinari
matahari
|
Warna berubah dari kuning menjadi bening
|
3
|
Dimasukkan 1 mL eter kedalam tabung reaksi kemudian
ditetesi 10 tetes brom dan diguncang campuran tersebut
|
Terdapat 2 fasa , yang fasa bagian atas berwarna kuning
(brom) dan yang dibagian bawah berwarna putih (eter)
|
4
|
Dimasukkan 1 mL benzena kemudian ditambahkan 1
ml CCl4lalu digoncangkan
|
Terdapat 2 lapisan , lapisan atas berwarna bening dan yang
bawah berwarna cokelat
|
10.2 Brom
No.
|
Perlakuan
|
Hasil
|
1.
|
1. Dimasukkan 1 mL Benzen kedalam
tabung reaksi dan ditambahkan 3 tetes brom, kemudian dipanaskan
selama 5 menit
|
Setelah dipanaskan, campuran
benzen dan brom menguap (tidak tersisa campuran didalam tabung reaksi)
|
2.2
|
2. Dimasukkan 1 mL Benzena dan
ditambahkan potongan besi (paku), lalu ditetesi 3 tetes brom kemudian
dipanaskan selama 5 menit
|
Menguap sebagian dan campuran
masih tersisa dalam tabung reaksi
|
10.3 Larutan kalium
permanganat
No.
|
No. Perlakuan
|
Hasil
|
1.11
|
1. Dimasukkan 1 mL
kalium permanganat kemudian ditetesi 5 tetes
n- heksana didalam tabung reaksi, lalu diguncang tabung reaksi
|
Ungu tanpa kemerahan
|
2.2
|
2. Dimasukkan 1 mL
kalium permanganat kemudian ditetesi 5 tetes eter, lalu
diguncang tabung reaksi
|
Ungu kemerahan
|
3.
|
3. Dimasukkan 1 mL benzena
kemudian ditambahkan 2mL kalium permanganat, lalu
diguncang tabung reaksi
|
Warna tetap
|
10.4 Asam sulfat pekat
No.n No.
|
Perlakuan
|
Hasil
|
1.1
|
1. Dimasukkan 2 ml asam
sulfat kedalam tabung reaksi 10 tetes eter kemudian
diguncang
|
Larutan menjadi warna jingga, dan
terasa panas pada saat dikocok
|
2.22
|
2. Dimasukkan 2 ml H2SO4 kedalam
tabung reaksi kemudian ditambahkan 10 tetes n-heptana , lalu dikocok
|
Larutan tidak larut sehingga
terbentuk 2 lapisan , lapisan atas bening dan lapisan dibawah agak keruh
|
10.5 Asam nitrat
10.5.1 Benzena
No.o. No.
|
Perlakuan
|
Hasil
|
1.1
|
1. Dicampurkan asam
nitrat 4 ml dan benzena 0,5 ml
|
Mengeluarkan asap
|
2.
|
2. Dimasukkan batu didih
|
Mengeluarkan gelembung
|
3.
|
3. Dididihkan campuran
|
Larutan berwarna
kuning bening
|
4.
|
4. Dituang larutan kedalam
es
|
Timbul asap dan bau menyengat
|
10.5.2 Eter
No.
|
No. Perlakuan
|
Hasil
|
1.
|
1. Dicampurkan 4 mL asam
nitrat dengan eter
|
Timbul gelembung
|
2.
|
2. Diberi batu didih
dan dipanaskan
|
Timbul warna
orange pekat, timbul asap dan bau menyengat
|
3.
|
3. Dituang larutan kedalam
es
|
Larutan kembali berwarna
bening dan bau bayclin
|
10.6 Bahan tak dikenal
No. No.
|
Perlakuan
|
Hasil
|
1.1
|
1. Ditambahkan 2 ml minyak jelantah +
2 ml air kemudian digoncangkan
|
Terdapat 2 lapisan , lapisan atas
minyak jelantah dan bagian bawah air
|
2.
|
2. Ditambahkan 2
ml minyak jelantah + 2 ml H2SO4 , lalu digoncangkan
|
Warnanya berubah menjadi
kecoklatan dan baunya tidak sedap serta suhunya lebih panas
|
3. 33 3.
|
Ditambahkan 2 ml minyak jelantah +
2 ml HBr, diguncangkan
|
dapat busa dibagian atas, warna
minyak memudar kemudian didiamkan warnanya berubah dan membentuk 2 lapisan,
lapisan atas berwarna kuning dan lapisan bawah berwarna putih
|
4. 3
|
4. Ditambahkan 2 ml minyak jelantah +
2 ml HNO3, kemudian diguncangkan
|
warna larutan coklat
|
5. 5
|
5. Ditambahkan 2 ml benzena + 2 ml
air , kemudian diguncangkan
|
Terdapat 2 lapisan, lapisan atas
lebih keruh dari pada lapisan bawah , dan dibagian atas ada gelembung
|
6.
|
6. Ditambahkan 2 ml zat benzena + 2
ml H2SO4, diguncangkan
|
Terdapat 2 lapisan, lapisan atas
bening dan lapisan bawah keruh
|
7.
|
7. Ditambahkan 2 ml zat benzen + 2 ml
kloroform, diguncangkan
|
Terdapat cincin benzena
Terdapat 2 lapisan atas
keruh dan bagian bawah agak keruh.
|
XI.
PEMBAHASAN
Pada percobaan ini yaitu tentang Reaksi-Reaksi
Hidrokarbon, praktikan telah berhasil melakukan semua prosedur dengan baik dan
benar.
Senyawa hidrokarbon adalah senyawa pada mengandung dua atom yaitu atom karbon
dan hidrogen. Senyawa hidrokarbon ini dapat disebut dengan alkana, alkena dan
alkuna. Senyawa Hidrokarbon dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti
digunakan untuk memasak, dan bahan bakar pada kendaraan bermotor. Senyawa
hidrokarbon dapat dimanfaatkan melalui reaksi reaksi sempurna maupun tidak
sempurna. Reaksi hidrokarbon sendiri terdiri dari reaksi hidrokarbon sempurna
dan reaksi hidrokarbon tak sempurna. Reaksi-reaksi tersebut dapat digunakan dalam
kehidupan sehari-hari yaitu bahan bakar seperti bensin atau minyak tanah.
Reaksi hidrokarbon ini dapat terjadi dengan bantuan katalis dengan menggunakan
alumunium klorida, adapun kegunaan dari katalis alumunium klorida ini adalah mengubah
senyawa hidrokarbon rantai lurus menjadi senyawa hidrokarbon bercabang atau
lebih kita kenal dengan isomerasi. Misalnya butana dapat diisomerasi dengan menjadi
isobutana yang banyak kita digunakan untuk bahan baku pembuatan isooktana yang
sebagai bahan penyusun utama yang dikenal sebagai bahan bakar bensin atau
premium. Senyawa hidrokarbon dapat mengalami reaksi subsitusi, dimana pada
reaksi ini senyawa hidrokarbon dapat diubah menjadi alkil halide. Reaksi
substitusi ini melalui klorinasi atau brominasi. Senyawa hidrogen tak jenuh
dapat mengalami pemutusan ikatan rangkapnya melalui reaksi adisi menggunakan
berbagai jenis asam halida (http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/01/21/reaksi-reaksi-hidrokarbon/).
11.1 Brom
dalam karbon tetra klorida
Dimasukkan 1 mL alkana (eter)
kedalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan 10-15 tetes brom diguncang dalam
tempat yang disinari matahari, hasil yang diperoleh adalah Warna berubah dari
kuning menjadi bening. Yang ketiga adalah Dimasukkan 1 mL eter kedalam tabung
reaksi kemudian ditetesi 10 tetes brom dan diguncang campuran tersebut, hasil
yang diperoleh adalah Terdapat 2 fasa, yang fasa bagian atas berwarna kuning
(brom) dan yang dibagian bawah berwarna putih (eter) yang keempat adalah dimasukkan 1
mL benzena kemudian ditambahkan 1 ml CCl4 lalu digoncangkan,
hasil yang diperoleh adalah Terdapat 2 lapisan, lapisan atas berwarna bening
dan yang bawah berwarna cokelat.
11.2 Brom
Pada percobaan ini praktikan
melakukan uji brom dengan menggunakan benzena, brom, potongan besi (paku). Kami
melakukan prosedur sesuai dengan penuntun dimana yang pertama dilakukan adalah
memasukkan 1 mL Benzen kedalam tabung reaksi dan ditambahkan 3 tetes brom,
kemudian dipanaskan selama 5 menit, hasil yang diperoleh adalah Setelah
dipanaskan, campuran benzen dan brom menguap (tidak tersisa campuran didalam
tabung reaksi). Yang kedua adalah dimasukkan 1 mL Benzena dan ditambahkan
potongan besi (paku), lalu ditetesi 3 tetes brom kemudian dipanaskan selama 5
menit, hasil yag diperoleh adalah campuran menguap sebagian dan campuran
tersebut masih tersisa dalam tabung reaksi.
11.3 Larutan
kalium permanganat
Pada percobaan ini praktikan
melakukan uji larutan kalium permanganat dengan menggunakan kalium permanganat,
eter, dan n-heksana.
Pada prosedur ini uji bayer merupakan suatu uji untuk menunjukkan kereaktifan
heksana, benzena dan sikloheksana terhadap oksidator kalium permanganate yang
merupakan katalis. Kalium permanganat telah digunakan sebagai zat pengoksida,
reagensia ini mudah diperoleh karena tidak memerlukan indikator kecuali bila
digunakan larutan yang sangat encer
Kami melakukan prosedur sesuai dengan penuntun dimana yang pertama dilakukan
adalah dimasukkan 1 mL kalium permanganat kemudian ditetesi
5 tetes n- heksana didalam tabung reaksi, lalu diguncang
tabung reaksi, hasil yang diperoleh adalah warna larutan ungu tanpa kemerahan,
yang kedua adalah dimasukkan 1 mL kalium permanganat kemudian
ditetesi 5 tetes eter, lalu diguncang tabung reaksi, hasil yang
diperoleh adalah ungu kemerahan, yang ketiga adalah dimasukkan 1 mL
benzena kemudian ditambahkan 2mL kalium permanganat,
lalu diguncang tabung reaksi, hasil yang diperoleh adalah warna tetap.
11.4 Asam
sulfat pekat
Pada percobaan ini praktikan
melakukan uji larutan asam sulfat pekat dengan menggunakan asam sulfat, eter,
dan n-heptana. Kami melakukan prosedur sesuai dengan penuntun dimana yang
pertama dilakukan adalah memasukkan 2 ml asam sulfat kedalam
tabung reaksi 10 tetes eter kemudian diguncang, hasil yang diperoleh
adalah Larutan menjadi warna jingga, dan terasa panas pada saat dikocok. Dan yang
kedua adalah dimasukkan 2 ml H2SO4 kedalam tabung reaksi kemudian ditambahkan
10 tetes n-heptana, lalu dikocok, hasil yang diperoleh adalah larutan tidak larut
sehingga terbentuk 2 lapisan, lapisan atas bening dan lapisan dibawah agak
keruh.
11.5 Asam
nitrat
11.5.1
Benzena
Pada percobaan ini praktikan
melakukan uji larutan asam nitrat dengan menggunakan bahan seperti asam nitrat,
benzena, dan es. Kami melakukan prosedur sesuai dengan penuntun dimana yang
pertama dilakukan adalah mencampurkan asam nitrat 4 ml dan benzena
0,5 ml, hasil yang diperoleh campuran tersebut mengeluarkan asap. Yang kedua
campuran tersebut dimasukan satu butir batu didih, hasil yang diperoleh adalah
campuran mengeluarkan gelembung. Yang ketiga adalah campuran tersebut
dididihkan didapatlah larutan berwarna kuning bening. Yang keempat
dituangkan campuran tersebut kedalam es, hasil yang diperoleh adalah timbulnya
asap dan bau yang menyengat.
11.5.2
Eter
Pada percobaan ini praktikan melakukan uji larutan asam
nitrat dengan menggunakan bahan seperti asam nitrat, eter, dan es. Kami melakukan
prosedur sesuai dengan penuntun dimana yang pertama dilakukan adalah mencampurkan
4 mL asam nitrat dengan eter, hasil yang diperoleh adalah timbul
gelembung. Yang kedua campuran tersebut ditambahkan batu didih dan dipanaskan,
diperoleh hasil campuran tersebut menimbulkan warna orange pekat, timbul
asap dan bau menyengat. Yang ketiga campuran dituangkan kedalam es, hasil yag
diperolah adalah Larutan kembali berwarna bening dan bau bayclin.
11.6 Bahan
tak dikenal
Pada percobaan ini praktikan
melakukan uji larutan asam nitrat dengan menggunakan bahan yang tidak dikenal
yaitu minyak jelantah dan benzena, kami juga menggunakan kalium permanganate,
air, asam nitrat, asam sulfat, dan kloroform. Kami melakukan prosedur sesuai
dengan penuntun dimana yang pertama dilakukan adalah memasukan2 ml minyak
jelantah dan ditambahkan 2 ml air kemudian digoncangkan, hasil yang diperoleh
adalah terdapat 2 lapisan, lapisan atas minyak jelantah dan bagian bawah air. Yang
kedua dimasukan 2 ml minyak jelantah dan ditambahkan 2 ml H2SO4, lalu
diguncangkan, hasil yang diperoleh adalah warnanya berubah menjadi kecoklatan
dan baunya tidak sedap serta suhunya lebih panas. Yang ketiga dimasukkan 2 ml
minyak jelantah dan ditambahkan 2 ml HBr, diguncangkan, hasil yang diperoleh
adalah terdapat busa dibagian atas, warna minyak memudar kemudian didiamkan
warnanya berubah dan membentuk 2 lapisan, lapisan atas berwarna kuning dan
lapisan bawah berwarna putih. Yang keempat dimasukkan2 ml minyak jelantah dan ditambahkan
2 ml HNO3, lalu diguncangkan, hasil yang diperoleh adalah warna
larutan coklat. Yang kelima dimasukkan 2 ml benzena dan ditambahkan 2 ml air,
kemudian diguncangkan, hasil yang diperoleh adalah Terdapat 2 lapisan, lapisan
atas lebih keruh dari pada lapisan bawah, dan dibagian atas ada gelembung. yang
keenam dimasukkan 2 ml zat benzena dan ditambahkan 2 ml H2SO4, diguncangkan,
hasil yang diperoleh adalah Terdapat 2 lapisan, lapisan atas bening dan lapisan
bawah keruh. Yang ketujuh dimasukkan 2 ml zat benzen dan ditambahkan2 ml kloroform,
diguncangkan, hasil yang diperoleh adalah terdapat cincin benzena dan terdapat
2 lapisan atas keruh dan bagian bawah agak keruh.
XII. PERTANYAAN
PASCA PRAKTIKUM
1. Mengapa
pada uji brom dalam karbon tetraklorida hasil yang didapat pada tempat terang
dan tempat gelap berbeda?
2. Pada
percobaan asam nitrat ditambahkan batu didih kedalam campuran, apa fungsi dari
baru didih tersebut?
3. Mengapa
pada uji bahan yang tak dikenal, dimana pada minyak jelantah yang dicampurkan
dengan KMnO4 menghasikan endapan coklat?
XIII. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan
“Reaksi-Reaksi Hidrokarbon” adalah
1.
Hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang
tersusun dari dua atom yaitu atom karbon dan hidrogen. Senyawa hidrokarbon
terbagi menjadi tiga yaitu senyawa hidrokarbon alifatik (rantai terbuka),
alisiklik (rantai tertutup), dan aromatic (rantai lingkaran konjugasi). Senyawa
hidrokarbon alifatik terdiri dari senyawa jenuh dan tak jenuh. Dimana senyawa
hidrokarbon dikatakan jenuh adalah karena memiliki ikatan tunggal (alkana) dan
senyawa hidrokarbon tak jenuh adalah karena memiliki ikatan rangkap baik
rangkap 2 atau 3 yang disebut dengan alkena dan alkuna.
2.
Reaksi kimia yang terjadi pada senyawa
hidrokarbon terdiri dari reaksi adisi, substitusi dan halogenasi. Reaksi adisi
ini biasanya terjadi pada alkena, reaksi substitusi terjadi pada alkuna dan
reaksi halogenasi terjadi pada alkana.
3.
Teknik dan pengujian golongan hidrokarbon
tergantung pada jenis senyawa hidrokarbon yang akan diuji. Salah satunya dengan
uji bayer, dimana kegunaan uji bayer ini untuk mengidentifikasi kereaktifan
hidrokarbon alifatik, alisiklik, dan aromatic terhadap oksidator KMnO4
yang merupakan katalis.
XIV. DAFTAR
PUSTAKA
Chang,
Raymond. 2003. Kimia Dasar. Jakarta:
Erlangga
Ndra,
M.A.J. 1984. Belajar Mudah Kimia Organik
Teori Dan Soal-Soal. Bandung: Pustaka
Riswiyanto. 2009. Kimia
Organik. Jakarta: Erlangga
Syamsurizal. 2019. Reaksi-Reaksi Hidrokarbon. http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/01/21/reaksi-reaksi-hidrokarbon/. Diakses pada 2 Maret 2020 pukul 20.30
Tim
Kimia Organik I. 2016. Penuntun Praktikum Kimia Organik I. Jambi:
Universitas Jambi
Gambar.4 tabung reaksi yang berisi n-heksana dan brom diletak dibawah sinar matahari
Gambar.5 warna minyak jelantah yang ditetesi dengan larutan asam sulfat,
asam nitrat, kalium permanganat dan asam bromida
Link Video Praktikum:






Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
BalasHapusSaya Nisa Aprylina NIM A1C118044 akan menjawab pertanyaan no 2
Batu didih berfungsi supaya panas yang disalurkan dari api itu menjadi rata didalam gelas kimia atau erlenmeyer sehingga terjadi panas yang homogen untuk menghindari titik lewat didih. Batu didih juga berfungsi untuk menangkap dan melepaskan udara ke permukaan larutan.
Sekian, semoga dapat membantu, terima kasih
wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Assalamualaikum wr wb , saya Resa Ovelia Hamsar dengan NIM A1C118034 akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 3. Tebentuknya endapan MnO2 yang akan menghasilkan warna coklat
BalasHapusAssalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. Perkenalkan nama saya Dea Ristria Ariani dengan NIM: A1C118003 saya akan coba menjawab permasalahan nomor 1. Hasil yang didapatkan berbeda itu di sebabkan karena pengaruh cahaya matahari untuk mempercepat suatu reaksi senyawa hidrokarbon. Pada tempat gelap reaksi yang terjadi cenderung lambat namun di tempat terang reaksi terjadi secara cepat untuk membentuk suatu molekul yang baru. Dalam kasus ini di tandainya dengan terbentuk gas HBr
BalasHapus