LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1
PERCOBAAN 03
PERCOBAAN 03
LAPORAN PEMURNIAN ZAT PADAT
DISUSUN OLEH:
NAMA: RADIAH
NIM: A1C118005
KELAS: REGULER A 2018
DOSEN PENGAMPU:
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
Gambar 3. Disaring larutan yang bercampur dengan corong
Gambar 4. Filtrat yang diperoleh dari proses penyaringan didinginkan dalam es
Gambar 5. Kristal yang didapat setelah proses pengeringan
VII.
TUJUAN PENGAMATAN
·
Praktikan
diharapkan dapat melakukan kristalisasi dengan baik
·
Praktikan
diharapkan dapat memilih pelarut sesuai untuk rekristalisasi
·
Praktikan
diharapkan dapat menjernihkan dan menghilangkan warna larutan
· Praktikan diharapkan
dapat memisahkan dan memurnikan campuran dengan rekristalisasi
VIII.
MANFAAT PRAKTIKUM
Adapun
manfaat diadakan praktikum ini
pada percobaan Pemurnian Zat
Padat adalah
1. Dengan
dilakukannya praktikum ini praktikan dapat mengetahui cara rekristalisasi dan
sublimasi
2. Dengan
dilakukannya praktikum ini praktikan dapat mengetahui pelarut yang bisa dipakai
untuk proses pemurnian zat padat
3. Dengan
dilakukannya praktikum ini dapat menambah pengetahuan praktikan tentang
kristalisasi yang baik
IX.
PROSEDUR KERJA
X.
DATA PENGAMATAN
10.1 Rekristalisasi
No.
|
Perlakuan
|
Hasil
|
1.
|
Dipanaskan 50 mL air suling
|
Terdapat gelembung
|
2.
|
Dimasukkan 2
sudip asam benzoate, 1 sudip glukosa, dan 1 sudip karbon aktif kedalam gelas
kimia, kemudian tambahkan air panas
|
Awalnya campuran
tersebut terdapat gumpalan asam benzoat yang berwarna putih, setelah
ditambahkan air panas dan diaduk semua campuran dapat larut dan berwarna
hitam
|
3.
|
Disaring campuran dengan menggunakan corong Buchner dalam keadaan
panas
|
Terdapat filtrat berupa air yang berwarna bening atau jernih dan
berkilat
|
4.
|
Disiram endapan
yang tertinggal dengan air panas
|
Warna air jernih
yang mengkilat
|
5.
|
Dijenuhkan dan Didinginkan filtrat dalam es hingga terbentuk kristal
|
Terdapat Kristal-kristal kecil dalam filtrat
|
6.
|
Disaring filtrat
yang telah terbentuk Kristal menggunakan corong buchner
|
Terdapat Kristal-kristal
yang masih basah dikertas saring
|
7.
|
Dikeringkan Kristal didalam oven
|
Terbentuk Kristal-kristal padat
|
8.
|
Diuji titik
leleh dan bentuk kristalnya kemudian dibandingkan data yang ada dalam
handbook
|
Titik leleh Kristal
tersebut adalah 100,3oC
|
10.2 sublimasi
No.
|
Perlakuan
|
Hasil
|
1.
|
Dimasukkan 1 gram naftalen dan
1 gram pasir kedalam cawan penguap, kemudian ditutup dengan kertas saring yang
telah dibuat lubang-lubang kecil
|
Zat tidak murni lagi karena telah tercemar zat pengotor yang berasal
dari pasir
|
2.
|
Disumbat corong
dengan gelas wool atau kapas, kemudian dipanaskan dengan nyala api yang kecil
|
Terdapat uap
naftalen pada corong karena telah menyublim
|
3.
|
Dihentikan pembakaran dan kumpulkan zat yang ada pada kertas saring
|
Terdapat zat yang menguap pada kertas saring
|
4.
|
Diuji titik
leleh dan bentuk Kristal, kemudian cocokan dengan data hand book
|
Titik leleh Kristal
tersebut adalah 92oC
|
XI.
PEMBAHASAN
Pada
percobaan kali ini yaitu permurnian zat padat, praktikan melakukan percobaan
rekristalisasi dan sublimasi. Rekristalisasi adalah suatu cara yang digunakan
dalam memurnikan suatu zat padat dari senyawa pengotor yang terkandung
didalamnya. Dan sublimasi adalah cara yang digunakan dalam mengubah wujud dari
padat menjadi gas tanpa mencair terlebih dahulu. Pada percobaan ini praktikan
menggunakan bahan yaitu naftalen, pasir, asam benzoat, karbon aktif dan
glukosa.
Dalam
melakukan permurnian zat padat dari campurannya kita perlu melakukan pendekatan
dan mempunyai teknik khusus. Pendekatan yang dimaksud adalah dengan mengenal
atau mengidentifikasi suatu zat padat yang akan kita murnikan dan kita perlu
mengetahui sifat-sifat fisik dan kimia zat padat tersebut. Dalam menentukan
keberhasilan dalam memisahkan suatu zat padat kita harus memiliki pemahaman
yang baik terhadap sifat fisik dan kimia yang paling utama tentang kelarutan zat
padat yang akan dimurnikan dalam suatu pelarut. Adapun hal-hal yang harus kita
lakukan adalah kita harus mengenal dengan baik jenis-jenis pelarut organik dan gradien
kepolarannya yaitu dalam hal mencampurkan dua atau lebih pelarut dalam
melarutkan suatu zat padat. Kemudian faktor teknis yang dapat digunakan dalam
permurnian zat padat itu bermacam-macam yaitu dengan teknik kristalisasi,
sublimasi dan khromatografi. Teknik yang mana yang bisa dipakai yaitu
tergantung dari kompleksitas kemurnian zat padat tersebut dan juga sifat fisik
maupun kimianya. Jika dalam memisahkan zat padat dari campurannya, jika campurannya
makin kompleks maka teknik yang digunakan harus kompleks juga. Dan kita perlu
mempertimbangkan efisien alat dan bahan yang digunakan serta waktu yang
digunakan dalam melakukan pemisahan http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/07/pemurnian-zat-padat-organik93/.
11.1
Rekristalisasi
Pada
percobaan rekristalisasi ini, praktikan menggunakan bahan yaitu asam benzoate, glukosa,
dan karbon aktif. yang pertama kita lakukan adalah memanaskan 50 mL air suling
yang telah dituangkan dalam gelas kimia hingga terdapat gelembung-gelambung
gas. Setelah itu dimasukkan 2 sudip asam benzoate, 1 sudip glukosa dan 1 sudip
karbon aktif kedalam gelas kimia kemudian dimasukkan air panas kedalam campuran
sedikit demi sedikit sambil diaduk agar semua campuran tersebut dapat larut. Hasil
yang didapat adalah mula-mula campuran tersebut terdapat gumpalan putih yang
berasal dari asam benzoat, setelah dimasukan air panas sedikit demi sedikit sambil
diaduk campuran tersebut larut dan berwarna hitam. Setelah campuran larut semua
dilakukan proses penyaringan dengan menggunakan corong Buchner, filtrate yang
didapat dari proses penyaringan berupa air yang jernih dan berkilat dan endapan
yang tertinggal disiram dengan air panas. Filtrat tersebut dijenuhkan dan
didinginkan didalam es hingga membentuk kristal. Setelah kristal terbentuk, filtrat
tersebut disaring lagi menggunakan corong Buchner sehingga kristal tersebut
tertinggal dikertas saring. Kristal yang tertinggal dikertas saring dipanaskan
dalam oven untuk memperoleh kristal yang padat. Setelah dikeringkan diperoleh
kristal yang padat dan kristal tersebut diuji titik lelehnya menggunakan MPA
(Melting Point Apparatus), titik leleh yang diperoleh adalah 100,3oC.
Pada
percobaan ini menggunakan asam benzoate yang tercemar agar dapat memisahkan
atau menghilangkan zat-zat pengotor sehingga diperoleh asam benzoate yang
murni. Asam benzoate ditambahkan glukosa maksudnya glukosa agar asam benzoate tercemar
dan glokusa sebagai zat pengotor. Pada percobaan ini kita juga menggunakan norit
yaitu karbon aktif yang berguna sebagai katalis dan pemurni suatu larutan. Adapun
faktor-faktor yang mempengaruhi proses rekristalisasi adalah ukuran kristal, temperature
dan banyaknya zat pengotor yang digunakan.
11.2
Sublimasi
Pada
percobaan sublimasi ini, praktikan menggunakan bahan yaitu naftalen dan pasir. Yang
pertama dilakukan adalah memasukkan I gram naftalen dan 1 gram pasir kedalam
cawan penguap agar naftalen bercampur dengan pasir. Dimana dengan penambahan
pasir ini naftalen tercemari oleh zat pengotor. Setelah dimasukan naftalen dan
pasir kemudian permukaan cawan penguap ditutup dengan kertas saring yang telah
dibuat dilubang-lubang kecil. Hasil yang diperoleh adalah bahwa zat naftalen
tidak murni lagi karena telah tercemar oleh zat pengotor yaitu pasir. Setelah itu
disumbat corong dengan gelas wool atau kapas kemudian corong dipanaskan dengan
nyala api yang kecil selama proses pemanasan terdapat uap naftalen pada corong
karena telah menyublim. Setelah proses pemanasan dihentikan serta dikumpulkan
zat yang ada pada kertas saring, pada kertas saring terdapat zat naftalen yang
menguap tadi. Zat ini lah yang kemudian diuji titik lelehnya menggunakan MPA
(Melting Point Apparatus), titik leleh yang diperoleh adalah 92oC. Perlu
praktikan ketahui bahwa penyubliman ini terjadi pada suhu kamar, dan terjadi
apabila tekanan uap zat padat harus lebih tinggi pada suhu dibawah titik
lelehnya.
XII.
PERTANYAAN PASCA
PRAKTIKUM
1. Mengapa pada
percobaan rekristalisasi, filtrat yang telah didapatkan harus didinginkan
didalam es?
2. Apa yang terjadi jika
filtrat tersebut tidak didinginkan didalam es, apakah akan terbentuk kristal
atau tidak?
3. Mengapa pada
percobaan sublimasi naftalen harus dicampurkan dengan pasir terlebih dahulu?
XIII.
KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang dapat diambil
dari percobaan “Pemurnian Zat
Padat” adalah
1. Kristalisasi
adalah suatu cara yang digunakan dalam pemisahan zat padat suatu senyawa dari
sebuah komponen lain sebagai penyusun campuran.
2.
Pelarut yang
sesuai untuk rekristalisasi adalah pelarut yang bisa melarutkan zat padat yang
mau diuji dan juga dapat melarutkan zat pengotor yang terkandung didalam suatu
zat padat. Pelarut yang digunakan harus pelarut yang sesuai, karena pemilihan
pelarut sangat berpengaruh pada kemurnian suatu zat padat.
3.
Dalam menjernihkan
dan menghilangkan warna larutan dari suatu larutan dapat dilakukan dengan cara
menambahkan karbon aktif kedalam larutan tersebut, karbon aktif yang biasa digunakan
adalah norit
4.
Pemurnian zat
padat dengan metode rekristalisasi yaitu dengan dilakukan pemanasan pada
larutan agar didapatkan zat murni yang sebelumnya telah bercampur dengan zat
pengotor.
XIV.
DAFTAR PUSTAKA
Oxtoby. 2011. Prinsip-Prinsip
Kimia Modern. Jakarta: Erlangga
Shevla. 2010. Buku
Ajar Vogel: Analisis Anorganik Kuantitatif Makro Dan Semimikro. Jakarta: Pt
Kalman Media Pustaka
Syamsurizal. 2019. Permurnian
Zat Padat Organik. http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/07/pemurnian-zat-padat-organik93/. Diakses pada tanggal 1 maret 2020
Tim Kimia Organik I. 2016. Penuntun Praktikum Kimia Organik I. Jambi: Universitas Jambi
Zulfikar. 2011. Ilmu
Kimia Untuk Universitas. Jakarta: Erlangga
XV.
LAMPIRAN
Gambar 1. Proses pemanasan 50 mL air suling
Gambar 2. Dimasukan asam benzoat kedalam gelas kimia
Gambar 1. Proses pemanasan 50 mL air suling
Gambar 2. Dimasukan asam benzoat kedalam gelas kimia
Gambar 4. Filtrat yang diperoleh dari proses penyaringan didinginkan dalam es
Gambar 5. Kristal yang didapat setelah proses pengeringan
Link video praktikum :






Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. Perkenalkan saya Dea Ristria dengan NIM: A1C118003 akan membantu menjawab pertanyaan nomor 1. Filtrat yang di dapat harus di dinginkan dengan es untuk mempercepat proses pendinginan sehingga filtat tersebut dapat membentuk kristal
BalasHapusAssalamualaikum . Perkenalkan nama saya septia misca Nim 005 saya akan menjawab soal nomor 2 yg terjadi adalah tidak terbentuknya kristal pada proses kristalisasi tersebut. Dan jika pun terbentuk itu waktunya lama terimakasih
BalasHapusAssalamualaikum, saya siti asmiyah nim A1C118094. Saya akan mencoba menjawab no 3 karena digunakannya pasir sebagai pengotor untuk bercampur dengan naftalen agar naftalen tercemari, hingga dapat dilakukannya proses sublimasi. Sekian, semoga dapat membantu
BalasHapus