LAPORAN ANALISA KUALITATIF UNSUR UNSUR ZAT ORGANIK DAN PENENTUAN KELARUTAN
LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK 1
DISUSUN OLEH:
NAMA : RADIAH
NIM : A1C118005
KELAS : REGULER A 2018
DOSEN PENGAMPU:
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
VII. TUJUAN PENGAMATAN
- Praktikan diharapkan dapat mengetahui prinsip dasar dalam analisa kualitatif dalam kimia organik
- Praktikan diharapkan dapat mengetahui tahapan kerja analisa dari unsur karbon, hidrogen, belerang, nitrogen, halogen didalam senyawa organik serta penentuan kelas kelarutannya.
- Praktikan diharapkan dapat mencoba beberapa senyawa unknown untuk dianalisa
VIII. MANFAAT PRAKTIKUM
Adapun manfaat diadakan praktikum pada percobaan analisa kualitatif unsur-unsur zat organik dan penentuan kelas kelarutan adalah
- Dengan dilakukannya praktikum ini bisa mempermudah praktikan dalam menentukan adanya unsur-unsur karbon, hidrogen, oksigen, halogen, belerang dan fosfor pada senyawa organik.
- Dengan dilakukannya praktikum ini praktikan bisa mengetahui cara-cara dalam mengidentifikasi kandungan unsur-unsur yang terdapat dalam senyawa organik
X. DATA PENGAMATAN
10.1 Analisa unsur
10.1 Analisa unsur
10.1.1 Karbon dan hidrogen
Perlakuan
|
Hasil
|
dimasukan 1-2 gram serbuk CuO kering
dan dipanaskan Kemudian Ditambahkan gula (1/10 jumlah CuO)
dialirkan pipa pengalir gas kedalam
tabung yang berisi 10 ml (CaCOH)2) lalu dipanaskan serta amati perubahan yang
terjadi
|
Tidak terjadi perubahan warna hanya
mengalami kering, CuO bercampur dengan gula dan meleleh
Timbulnya uap gas
|
10.1.2 Halogen
Perlakuan
|
Hasil
|
Tes beilstein.
dipanaskan kawat tembaga sampai
timbul warna kemerah merahan kemudian dibiarkan kawat dingin setelah
itu kawat ditetesi 2 tetes larutan CCl4 dan dipijarkan
|
Setelah kawat tembaga ditetesi
larutan CCl4 menghasilkan warna nyala yang berwarna orange
|
Tes CaO.
dipanaskan CaO bebas halogen yang
berada didalam tabung besar sampai suhunya tinggi, kemudian ditetesi 2 tetes
CCl4 dan didihkan dengan 5-10 mL air suling setelah itu tuangkan
kedalam gelas kimia dan larutan HNO3 encer
|
Timbulnya bau yang menyengat, lalu
timbul gelembung disekitar kulit telur dan warna larutan berubah menjadi
jernih
|
10.1.2 Metode
leburan dengan natrium
a. Belerang
Perlakuan
|
Hasil
|
diasamkan Larutan L (putih telur)
dengan menambahkan asam pekat HCL kemudian dididihkan , dan diperiksa gas
dengan kertas saring basah yang telah ditetesi dengan Pb asetat 10%
Pada larutan L lainnya ditambahkan
1-2 tetes larutan nitroprosside
|
Timbulnya uap gas dan bau yang
menyengat serta terdapat gumpalan gumpalan putih
|
b. Nitrogen
Perlakuan
|
Hasil
|
3 ml larutan L ditambahkan 5 tetes
larutan FeSO4, ditambahkan 1 tetes FeCl2, ditambahkan 5 tetes KF 10%,
ditambahkan 1-2 ml NaOH 10 % sampai larutan bersifat basa kemudian dididihkan
dan diasamkan dengan H2SO4 encer
|
Mula-mula larutan berwarna
hitam kemudian larutan tersebut berubah menjadi kuning kebeningan serta
terdapat endapan yang berwarna biru berlin
|
c. Halogen
Perlakuan
|
Hasil
|
diasamkan larutan L (putih telur +
HCl) dengan menambahkan HNO3 encer , kemudian dididihkan untuk menghilangkan
HCN atau H2S yang mungkin terbentuk. Lalu tambahkan 5 ml AgNO3 encer dan
dididihkan beberapa menit
|
Timbulnya endapan coklat kehitaman
yang cukup banyak
|
10.2 Penentuan kelas kelarutan
10.2.1 Kelarutan
dalam air
Perlakuan
|
Hasil
|
dimasukkan 0,1 gram gula kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL air suling, dan dikocok kuat-kuat
|
Larutan jernih (+), larut
|
dimasukkan 0,1 gram garam kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL air suling, dan dikocok kuat-kuat
|
Larutan jernih (+), larut
|
dimasukkan 0,1 gram minyak kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL air suling, dan dikocok kuat-kuat
|
Larutan keruh (-)
|
dimasukkan 0,1 gram tepung kedalam
tabung reaski kemudian tambahkan 3 mL air suling, dan dikocok kuat-kuat
|
Larutan keruh (-)
|
10.2.2 Kelarutan dalam
eter
Perlakuan
|
Hasil
|
dimasukkan 0,1 gram gula kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL pelarut eter dan dikocok kuat-kuat
|
Jernih (+)
|
dimasukkan 0,1 gram garam kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL eter, dan dikocok kuat-kuat
|
Jernih (+)
|
dimasukkan 0,1 gram minyak kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL eter, dan dikocok kuat-kuat
|
Jernih (+)
|
dimasukkan 0,1 gram tepung kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL eter, dan dikocok kuat-kuat
|
Keruh (-)
|
10.2.3 Kelarutan dalam
NaOH 5%
Perlakuan
|
Hasil
|
dimasukkan 0,1 gram gula kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL NaOH 5% dan dikocok kuat-kuat
|
Jernih (+)
|
dimasukkan 0,1 gram garam kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL NaOH 5%, dan dikocok kuat-kuat
|
jernih (+)
|
dimasukkan 0,1 gram minyak kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL NaOH 5%, dan dikocok kuat-kuat
|
Keruh (-)
|
dimasukkan 0,1 gram tepung kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 3 ml NaOH 5%, dan dikocok kuat-kuat
|
Keruh (-)
|
10.2.4 Kelarutan dalam
HCl
Perlakuan
|
Hasil
|
dimasukkan 0,1 gram gula kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 5 mL HCl 5%
|
Larutan jernih (+), terasa agak panas
|
dimasukkan 0,1 gram garam kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL HCl 5%, dan dikocok kuat-kuat
|
Larutan jernih (+)
|
dimasukkan 0,1 gram minyak kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL HCl 5%, dan dikocok kuat-kuat
|
Jernih (+)
|
dimasukkan 0,1 gram tepung kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL HCl 5%, dan dikocok kuat-kuat
|
Jernih (+)
|
10.2.5 Kelarutan dalam
NaHCO3 5%
Perlakuan
|
Hasil
|
dimasukkan 0,1 gram gula kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL NaHCO3 5%
|
Timbul gas CO2 (+)
|
dimasukkan 0,1 gram garam kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL NaHCO3 5%, dan dikocok kuat-kuat
|
Tidak Timbul gas CO2 (-)
|
dimasukkan 0,1 gram minyak kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL NaHCO3 5%, dan dikocok kuat-kuat
|
Tidak Timbul gas CO2 (-)
|
dimasukan 0,1 gram tepung kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL NaHCO35%, dan dikocok kuat-kuat
|
Tidak Timbul gas CO2 (-)
|
10.2.6 Kelarutan dalam
H2SO4 pekat
Perlakuan
|
Hasil
|
dimasukkan 0,1 gram gula kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL H2SO4 pekat dan dikocok kuat-kuat
|
Larutan jernih (+) tidak berwarna
|
dimasukan 0,1 gram garam kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL H2SO4 pekat dan dikocok kuat-kuat
|
Larutan jernih (+) tidak berwarna
|
dimasukkan 0,1 gram minyak kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL H2SO4 pekat dan dikocok kuat-kuat
|
Larutan jernih (+) berwarna orange
|
dimasukkan 0,1 gram tepung kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL H2SO4 pekat dan dikocok kuat-kuat
|
Larutan jernih (+) berwarna orange
|
10.2.7 Kelarutan
H3PO4 pekat
Perlakuan
|
Hasil
|
dimasukkan 0,1 gram gula kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL H3PO4 pekat
|
Larutan jernih (+)
|
dimasukkan 0,1 gram garam kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL H3PO4 pekat dan dikocok kuat-kuat
|
Larutan jernih (+)
|
dimasukkan 0,1 gram minyak kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL H3PO4 pekat dan dikocok kuat-kuat
|
Larutan jernih (+)
|
dimasukkan 0,1 gram tepung kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL H3PO4 pekat dan dikocok kuat-kuat
|
Larutan jernih (+) tapi timbul
endapan
|
XI. PEMBAHASAN
Senyawa organik merupakan senyawa kimia yang sebagian besar molekulnya mengandung unsur karbon kecuali karbida, oksida logam serta karbonat. Ada beberapa golongan senyawa organik seperti senyawa alfatik, senyawa hidrokarbon aromatik, dan senyawa heterosiklik. senyawa alfatif ialah senyawa yang mempunyai rantai karbon yang bisa diubah gugus fungsinya. Senyawa hidrokarbon aromatik ialah senyawa yang hanya mengandung minimal satu cincin benzena, sedangkan senyawa heterosiklik ialah senyawa yang mengandung atom-atom non karbon dalam polimer dan struktur cincinnya. Ada beberapa perbedaan antara kimia anorganik dengan kimia organik. salah satu perbedaannya adalah ada atau tidaknya ikatan karbon hidrogennya. sehingga dapat disimpulkan bahwa asam karbonat adalah senyawa yang mengandung kimia anorganik sedangkan asam lemak dan asam format adalah senyawa yang termasuk kimia organik(Cahyono,2012).
Makhluk hidup yang diciptakan oleh tuhan yang maha esa mempunyai peran penting dalam menyusun unsur-unsur dan zat-zat organik. Dalam kehidupan makhluk hidup kereaktifan dan zat-zat organik dapat ditentukan oleh keragaman unsur penyusunnya. Dalam mengungkapkan peran unsur tersebut dapat diidentifikasi kandungan unsur penyusun dalam senyawa organik dan kelarutan senyawa organik. kandungan unsur penyusun dapat diketahui dengan dietiminasi rumus empiris dan rumus molekulnya, serta dapat pula diketahui perbedaan tingkat kelarutan senyawa organik baik dalam pelarut polar ataupun pearut nonpolar.(http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/02/22/analisis-kualitatif-senyawa-organik/).
Pada percobaan kali ini dilakukan analisis suatu senyawa seperti putih
telur, garam, gula, minyak, dan tepung dalam mengidentifikasi unsur karbon,
hidrogen, belerang, nitrogen dan halogen.
11. 1 Analisa Unsur
11.1.1 Karbon dan Hidrogen
Pada analisis
unsur karbon dan hidrogen pada senyawa gula berhasil dilakukan. Pada saat 1-2 gram CuO kering dipanaskan tidak terjadi perubahan warna hanya mengalami kering, kemudian ketika dicampurkan dengan gula (1/10 jumlah CuO),
gula dan CuO langsung meleleh. Campuran CuO dan gula tersebut dialirkan dengan pipa pengalir
gas kedalam tabung reaksi yang berisi 10 mL larutan Ca(OH)2. Ketika tabung reaksi yang berisi campuran tersebut dipanaskan maka timbul
gas berupa uap didalam tabung reaksi yang menandakan adanya unsur karbon
didalamnya.
11.1.2 Halogen
Pada analisis
unsur halogen terdapat dua tes yaitu tes Beilstein dan tes
CaO : tes Beilstain kawat tembaga dipanaskan sampai kemerah-merahan, kemudian dibiarkan kawat tersebut dingin, ketika kawat tembaga tersebut ditetesi dengan larutan CCl4 tapi karena CCl4 nya tidak tersedia dilaboratorium kami mengganti CCl4 dengan larutan n- heksana setelah ditetesi n-heksana lalu kawat tembaga dipijarkan warna kawat
berubah dari merah menjadi orange. Tes CaO (padat)
setelah CaO bebas halogen yang berada dalam tabung besar sampai suhu nya tinggi, kemudian ditetesi 2 tetes CCl4 dan dididihkan dengan 5-10 mL air suling setelah itu dituangkan kedalam gelas kimia yang dicampurkan larutan HNO3 encer terbentuk bau yang menyengat, lalu timbul gelembung disekitar kulit telur yang
menandakan adanya halogen.
11.1.3 Belerang
Pada analisis unsur
belerang pada senyawa asam asetat berhasil dilakukan. diasamkan Larutan L
(putih telur) dengan menambahkan asam pekat HCL kemudian dididihkan , dan
diperiksa gas dengan kertas saring basah yang telah ditetesi dengan Pb asetat
10%
Pada larutan L
lainnya ditambahkan 1-2 tetes larutan nitroprosside. hasilnya adalah Timbulnya
uap gas dan bau yang menyengat serta terdapat gumpalan gumpalan putih.
11.1.4 Nitrogen
Pada analisis unsur nitrogen pada senyawa putih telur berhasil dilakukan. 3
ml larutan L ditambahkan 5 tetes larutan FeSO4, ditambahkan 1 tetes FeCl2,
ditambahkan 5 tetes KF 10%, ditambahkan 1-2 ml NaOH 10 % sampai larutan
bersifat basa kemudian dididihkan dan diasamkan dengan H2SO4 encer. hasilnya
adalah Mula-mula larutan berwarna hitam kemudian larutan tersebut
berubah menjadi kuning kebeningan serta terdapat endapan yang berwarna biru
berlin.
11.1.5 Halogen
Pada analsis unsur halogen pada putih telur berhasil dilakukan. Pertama-tama diasamkan
larutan L (putih telur + HCl) dengan menambahkan HNO3 encer , kemudian
dididihkan untuk menghilangkan HCN atau H2S yang mungkin terbentuk. Lalu
tambahkan 5 ml AgNO3 encer dan dididihkan beberapa menit. hasilnya
adalah Timbulnya endapan coklat kehitaman yang cukup banyak
11.2 Penentuan Kelas Kelarutan
Pada praktikum
selanjutnnya yaitu penentuan kelas kelarutan. Percobaan ini bertujuan agar
praktikan mengetahui kelarutan dari zat organik. Kelarutan adalah kemampuan
suatu zat kimia (padat atau cair) untuk larut dalam pelarutnya. Pada percobaan
kali ini digunakan beberapa zat terlarut dan juga pelarut. zat terlarut yang
digunakan ialah tepung, gula, minyak, putih telur dan pelarut yang digunakan
antara lain air, eter, HCl, H2SO4 pekat, NaHCO3 5 %, H3PO4 pekat, NaOH 5%. Dalam setiap
zat terlarut dan pelarut yang digunakan akan memberikan hasil yang berbeda.
Hasilnya yang (+) dan juga (-). Pada zat terlarut tidak semunya larut dalam
pelarut dikarenakan perbedaan kepolaran.
11.2 1 Kelarutan dalam air
Pada percobaan ini terdapat beberapa sampel yaitu gula, garam, minyak, dan tepung. pertama-tama dimasukkan 0,1 gram gula kedalam tabung reaksi kemudian
tambahkan 3 mL air suling, dan dikocok kuat-kuat hasilnya adalah Larutan jernih
(+), larut, yang kedua dimasukkan 0,1 gram garam kedalam tabung reaksi kemudian tambahkan
3 mL air suling, dan dikocok kuat-kuat hasilnya adalah Larutan jernih (+),
larut, yang ketiga dimasukkan 0,1 gram minyak kedalam tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL
air suling, dan dikocok kuat-kuat hasilnya adalah Larutan keruh (-). Serta yang keempat dimasukkan
0,1 gram tepung kedalam tabung reaski kemudian tambahkan 3 mL air suling, dan
dikocok kuat-kuat hasilnya adalah Larutan keruh (-).
11.2.2 Kelarutan dalam eter
Pada percobaan ini terdapat beberapa sampel yaitu gula, garam, minyak, dan tepung. pertama-tama dimasukkan 0,1 gram gula kedalam tabung reaksi kemudian
tambahkan 3 mL pelarut eter dan dikocok kuat-kuat hasilnya adalah Jernih (+), yang kedua dimasukkan
0,1 gram garam kedalam tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL eter, dan dikocok
kuat-kuat hasilnya adalah Jernih (+), yang ketiga dimasukkan 0,1 gram minyak kedalam tabung
reaksi kemudian tambahkan 3 mL eter, dan dikocok kuat-kuat hasilnya adalah Jernih
(+), dan yang keempat dimasukkan 0,1 gram tepung kedalam tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL
eter, dan dikocok kuat-kuat hasilnya adalah Keruh (-).
11.2.3 kelarutan dalam NaOH 5 %
Pada percobaan ini terdapat beberapa sampel yaitu gula, garam, minyak, dan tepung. pertama-tama dimasukkan 0,1 gram gula kedalam tabung reaksi kemudian
tambahkan 3 mL NaOH 5% dan dikocok kuat-kuat hasilnya adalah Jernih (+), yang kedua dimasukkan
0,1 gram garam kedalam tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL NaOH 5%, dan dikocok
kuat-kuat hasilnya adalah Jernih (+), yang ketiga dimasukkan 0,1 gram minyak kedalam tabung
reaksi kemudian tambahkan 3 mL NaOH 5%, dan dikocok kuat-kuat hasilnya adalah Keruh
(-), dan yang keempat dimasukkan 0,1 gram tepung kedalam tabung reaksi kemudian tambahkan 3
ml NaOH 5%, dan dikocok kuat-kuat hasilnya adalah Keruh (-).
11.2.4 kelarutan dalam HCl
Pada percobaan ini terdapat beberapa sampel yaitu gula, garam, minyak, dan tepung.Pertama-tama dimasukkan 0,1 gram gula kedalam tabung reaksi kemudian
tambahkan 5 mL HCl 5% hasilnya adalah Larutan jernih (+), terasa agak panas, yang kedua dimasukkan
0,1 gram garam kedalam tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL HCl 5%, dan
dikocok kuat-kuat hasilnya adalah Larutan jernih (+), yang ketiga dimasukkan 0,1 gram
minyak kedalam tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL HCl 5%, dan dikocok kuat-kuat
hasilnya adalah Jernih (+), dan yang keempat dimasukkan 0,1 gram tepung kedalam tabung
reaksi kemudian tambahkan 3 mL HCl 5%, dan dikocok kuat-kuat hasilnya adalah Jernih
(+).
11.2.5 kelarutan dalam NaHCO3 5 %
Pada percobaan ini terdapat beberapa sampel yaitu gula, garam, minyak, dan tepung. Pertama-tama dimasukkan 0,1 gram gula kedalam tabung reaksi kemudian
tambahkan 3 mL NaHCO3 5% hasilnya adalah timbul gas CO2 (+), yang kedua dimasukkan 0,1
gram garam kedalam tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL NaHCO3 5%, dan dikocok
kuat-kuat hasilnya adalah Tidak Timbul gas CO2 (-), yang ketiga dimasukkan 0,1 gram minyak
kedalam tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL NaHCO3 5%, dan dikocok kuat-kuat
hasilnya adalah Tidak Timbul gas CO2 (-), dan yang keempat dimasukan 0,1 gram tepung kedalam
tabung reaksi kemudian tambahkan 3 mL NaHCO35%, dan dikocok kuat-kuat hasilnya
adalah Tidak Timbul gas CO2 (-).
11.2.6 kelarutan dalam H2SO4
Pada percobaan ini terdapat beberapa sampel yaitu gula, garam, minyak, dan tepung. Pertama-tama dimasukkan 0,1 gram gula kedalam tabung reaksi kemudian
tambahkan 3 mL H2SO4 pekat dan dikocok kuat-kuat hasilnya adalah Larutan jernih
(+) tidak berwarna, yang kedua dimasukan 0,1 gram garam kedalam tabung reaksi kemudian
tambahkan 3 mL H2SO4 pekat dan dikocok kuat-kuat hasilnya adalah Larutan jernih
(+) tidak berwarna, yang ketiga dimasukkan 0,1 gram minyak kedalam tabung reaksi kemudian
tambahkan 3 mL H2SO4 pekat dan dikocok kuat-kuat hasilnya adalah Larutan jernih
(+) berwarna orange dan yang keempat dimasukkan 0,1 gram tepung kedalam tabung reaksi
kemudian tambahkan 3 mL H2SO4 pekat dan dikocok kuat-kuat hasilnya adalah Larutan
jernih (+) berwarna orange.
XII. PERTANYAAN PASCA PRAKTIKUM
- Pada uji halogen, kawat tembaga harus ditetesi terlebih dahulu dengan larutan CCl4, apa kegunaan dari larutan CCl4 tersebut?
- mengapa pada analisa unsur karbon dan hidrogen, CuO harus ditambahkan dengan gula?
- mengapa pada percobaan kelarutan HCl, pada gula yang ditambahkan HCl terasa agak panas?
XIII.KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan
"Analisa Kualitatif Unsur-unsur Zat Organik dan Penentuan Kelas Kelarutan" yaitu:
- Pada prinsip analisa kualitatif dalam kimia organik itu selalu berhubungan erat dengan sifat kimia dan sifat fisika suatu senyawa. analisis kualitatif adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui keberadan suatu senyawa anion atau kation dalam suatu sampel.
- Dalam analisis kualitatif untuk mengetahui keberadaan unsur karbon, hidrogen, nitrogen, belerang dan halogen pada senyawa organik dapat digunakan dengan cara yang berbeda-beda. Untuk menentukan adanya karbon dan hidrogen dapat ditentukan dengan cara memanaskan senyawa dengan CuO yang akan menghasilkan CO2 yang menunjukkan adanya karbon dan H2O yang menunjukkan adanya hidrogen. Untuk menentukan adanya halogen, belerang dan nitrogen ditentukan dengan cara leburan natrium.
- Dalam percobaan beberapa senyawa unknow yang dapat dianalisis adalah garam, larutan L (Putih telur), gula, tepung, serta minyak.
XIV. DAFTAR PUSTAKA
Cahyono. 2012. Jurnal Fisika. Bandung: ITB
Mu'nisa.
2010. Aktivitas Antioksida Ekstraksi Daun Cengkeh. Bandung:
ITB
Syamsurizal.
2019. Analisa Kualitatif Senyawa Organik. Diakses Pada 25 January
2020 pukul 20:00
Tim Kimia
Organik. 2016. Penuntun Praktikum Kimia Organik I. Jambi:
Universitas Jambi
Wardiyah.
2016. Praktikum Kimia Dasar. Jakarta: Kementrian Kesehatan
Republik Indonesia
Wawan,
Junaidi. 2009. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Adsorpsi.
http://wawan- junaidi.blogspot.com/2009/12/faktor-faktor-yang-mempengaruhi
27.html. Diakses pada 25 January 2020 pukul 21:00
XV. LAMPIRAN
Gambar 1. Bahan-bahan yang diperlukan dalam praktikum
Gambar 2. proses pelarutan ninhidryn
Gambar 3. proses pemanasan campuran antara CuO, gula dan larutan Ca(OH)2 pada analisa unsur karbon dan hidrogen
Gambar 4. hasil yang diperoleh pada analisa unsur halogen menggunakan CuO dan kulit telur
Gambar 5. proses pemanasan pada analisa unsur halogen tes beilstein
Link video praktikumnya:






Assalamualaikum perkenalkan saya RAHMADANSAH NIM: A1C118066 ingin mencoba menjawab permasalahan yang nomor 1, kegunaan CCl4 pada percobaan halogen tes beilstein adalah sebagai penahan api tidak membakar Cu serta warna yang dihasilkan tampak pada pembakaran Cu setelah di tetesi CCl4.
BalasHapusassalamu'alaikum hay radiah
BalasHapussaya Dara Kumalasari
NIM : A1C118038
akan mencoba menjawab pertanyaan no 3
karena HCL merupakan asam kuat yang ketika bereaksi akan menimbulkan suhu panas . terjadi reaksi eksoterm antara HCL dan gula, sehingga melepaskan panas, uap . reaksi yang terjadi sangat cepat.
terimakasih,,
wassalamu'alaikum wr.wb.