Senin, 10 Februari 2020

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1
PERCOBAAN 02

JURNAL KALIBRASI TERMOMETER DAN PENENTUAN TITIK LELEH




DISUSUN OLEH:
NAMA: RADIAH
NIM: A1C118005
         KELAS: REGULER A 2018

DOSEN PENGAMPU:
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020





PERCOBAAN-2

I.              JUDUL                  : KALIBRASI TERMOMETER DAN PENENTUAN TITIK LELEH
II.                   HARI, TANGGAL: RABU, 12 FEBRUARI 2020
III.                 TUJUAN PERCOBAAN :
   Adapun tujuan dari percobaan ini adalah:
1.Dapat memahami prinsip-prinsip dalam penentuan titik leleh senyawa murni
2.Dapat melakukan kalibrasi termometer sebelum digunakan untuk penentuan titik leleh suatu senyawa murni
3.Dapat membedakan titik leleh suatu senyawa murni dengan senyawa yang tidak murni
4.Dapat melakukan penentuan titik leleh suatu senyawa murni yang diberikan sebagai sampel
IV.                PRINSIP TEORI
Termometer adalah alat yang biasanya digunakan untuk mengukur suhu, suhu ini terdiri dari suhu dingin, keadaan biasa dan suhu panas yang terdapat dari suatu objek baik berwujud padat, cair maupun uap. Termometer harus diteliti dulu ketepatan pengukuran sebelum digunakan untuk mengukur suhu panas, keadaan biasa maupun suhu dingin dari suatu objek yang hendak diukur. jika diketahui informasi tentang ketepatan dan keakuratan hasil pengukuran suhu dari suatu termometer sangat menentukan praktikan dalam melakukan penentuan titik leleh suatu zat padat. Oleh karena itu sebelum menggunakan termometer kita harus mengkalibarasi termometer tersebut agar pengukuran yang didapatkan akurat. Dan kita harus mengidentifikasi termometer tersebut masih layak digunakan atau tidak. Serta kita harus memikirkan cara agar termometer tersebut tidak mengalami kerusakan ketika penyimpanan maupun penggunaannya ketika mengukur suhu   http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/02/26/70/.
Termometer sangat berguna dalam dunia pendidikan karena termometer adalah alat digunakan untuk mengukur suhu dari suatu objek, secara khususnya adalah digunakan dalam percobaan fisika. Termometer yang biasa digunakan adalah termometer analog sebelum ditemukannya termometer digital yang dirancang dengan logam sebagai sensor suhunya kemudian berkembang dan dibantu oleh rangkaian elektronik sehingga tampilannya berbentuk angka sehingga mudah dipahami (Oxtoby, 2001).
Didalam Termometer terdapat pipa kapiler yang mengandung material kaca dingin dan merkuri. Merkuri terletak diujung bawah dan berguna dalam pengukuran. Pipa kapiler dibuat tanpa ruang hampa udara. Jika Merkuri yang terkandung didalam pipa kapiler mengambang naik keatas pipa berarti temperature yang diukur meningkat dan menunjukan derajat suhu dalam angka. Skala suhu yang dipakai adalah skala derajat Celsius dengan titik beku mencapai 0 derajat dan titik didih mencapai 100 derajat (Pydek, 2003).
Titik leleh senyawa murni adalah suhu pada fasa padat dan cair yang berada dalam kesetimbangan pada tekanan 1 atm. Kalor sangat diperlukan untuk transisi dari bentuk Kristal, pemecahan bentuk Kristal sampai semuanya berubah menjadi cair. Untuk melewati proses pelelehan ini memerlukan waktu dan sedikit perubahan suhu dalam kesetimbangan atau reversible. Semakin murni senyawa yang digunakan, trayek (range) suhu lelehnya makin sempit, biasanya tidak lebih dari 1 derajat. Jika terdapat zat asing dalam suatu kisi dapat mengganggu sruktur Kristal keseluruhan dan mendapatkan ikatan-ikatan didalamnya. Akibatnya titik lelah senyawa tidak murni ini lebih rendah daripada senyawa murninya dan trayek titik lelehnya makin meluas.
Titik leleh senyawa murni dapat ditentukan dengan melakukan pengamatan trayek lelehnya, dimulai pada saat terjadinya pelelehan (sedikit), transisi padat cair, sampai seluruh Kristal berubah menjadi cair. Hal yang dapat dilakukan pada saat sedikit kristak yang telah dihaluskan dan diletakkan pada pipa kapiler bagian ujung bawah. Kemudian dipanaskan secara menyeluruh dan perlahan disekitar kapiler. Pengukuran suhu dilakukan pada tempat dimana zat tersebut meleleh (Tim Kimia Organik I, 2016).
Untuk bisa mengetahui kemurniaan dari suatu senyawa dapat diketahui dari titik leleh senyawa tersebut. Suatu senyawa yang tidak murni memiliki titik leleh yang lebih kecil dari senyawa murni. Jadi dalam memperoleh logam yang murni dapat dilakukan dengan cara menimbang hasil bijih logam dan dipanaskan ditempat dapur pemanas sampai logam melebur dan kemudian mendapatkan logam yang murni dengan dilakukan proses lanut (chang, 2005).

V.  ALAT DAN BAHAN
 5.1   Alat
Adapun alat yang digunakan adalah
1.       Labu Erlenmeyer 250 mL
2.       Termometer
3.       Pipa gelas kapiler
4.       Pemanas
5.       MPA (Melting Point Apparatus)
6.       Stick
7.    Benang

5.2   Bahan
Adapun bahan yang digunakan adalah
1.       Batu es
2.       Air
3.       Gabus
4.       Naftalen
5.       Asam benzoat
6.       Alpha-naftol
7.       Maltosa
8.       Glukosa

VI.                PROSEDUR KERJA
6.1   Kalibrasi Termometer
Labu Erlenmeyer                               ==> dimasukan bubuk es dan air sehingga 2/5 bagian volumenya terisi
Termometer
==> dimasukan kedalam campuran es dan air hingga ujungnya menyentuh campuran tersebut
Labu Erlenmeyer
==> disumbat mulut labu dengan gabus, sehingga campuran tersebut terisolasi dari udara luar
==> dicatat batas bawah skala termometer tersebut
diangkat termometer
==> diulangi prosedur a-c tersebut
==> dirancang kembali alat dengan mengisi 2/5 bagian Erlenmeyer dengan air
Termometer
==> dimasukan hingga tepat 1 cm diatas permukaan air
==> disumbat dan diusahakan termometer berada pada posisi tegak atau vertical
==> dilakukan pemanasan
==> dicatat suhu saat air mulai mendidih dan suhu tidak naik-naik lagi (konstan)
==> diulangi prosedur c-g sekali lagi

6.2   Penentuan Titik Leleh
 Pipa gelas kapiler
==> dibakar ujung pipa gelas kapiler sehingga tertutup
==> dimasukkan sampel zat murni atau campuran dari ujung lainnya, tinggi sampel tidak lebih dari 2 mm dalam pipa kapiler
==> diikatkan pipa kapiler yang berisi sampel tersebut dengan termometer menggunakan benang (bagian ujung bawah termometer)
Labu Erlenmeyer
==> dimasukkan alat tersebut kedalam erlenmeyer yang telah berisi air atau minyak dengan mengisi 2/3 erlenmeyer
==> disumbat dengan gabus mulut Erlenmeyer
Pemanas
==> dipanaskan perangkat alat ini secara perlahan
==> dicatat suhu saat tepat zat meleleh hingga semua zat meleleh
==> dilakukan prosedur a-e sebanyak 2 kali untuk tiap sampel yang diberikan

6.3   Demontrasi Titik Leleh Dengan MPA (Melting Point Apparatus)
MPA (Melting Point Apparatus)
==> dipersiapkan alat khusus ini
Pipa gelas kapiler
==> dimasukkan sampel yang akan ditentukan titik lelehnya
==> ditempatkan alat pada bagian atas pipa gelas kapiler
==> dilubang tengah untuk pipa kapiler diisi sampel
==> dilubang lain diisi dengan pipa kapiler kosong (blanko)
==> dihubungkan alat dengan tombol listrik dan on-kan
==> dilakukan pengamatan pada lubang kecil disisi depan alat ini
==> diperhatikan variabel suhu saat zat mulai meleleh

Link video praktikum dapat dilihat: https://youtu.be/GQTmIzdfpXg

Permasalahan:
1. Pada video telah dijelaskan bahwa melting point adalah alat yang digunakan untuk uji titik leleh. Apakah ada alat selain melting point yang digunakan untuk uji titik leleh?
2.  Mengapa posisi pipa kapiler yang telah terdapat sampel murni didalamnya harus diletakan tepat ditengah-tengah pada alat melting point?
3. Pada video tersebut telah dilakukan pemindahan sampel murni dari ujung pipa kapiler yang terbuka ke ujung pipa kapiler yang tertutup. Mengapa harus dilakukan pemindahan sampel murni tersebut?

3 komentar:

  1. Assalamualaikum wr.wb
    Perkenalkan saya Fitrianty (A1C118032) mencoba menjawab pertanyaan nomor 3, pemindahan sampel murni tersebut harus dilakukan agar ketika pada saat dilakukannya uji titik leleh sutu zat, zatnya tidak meleleh keluar dari pipa kapiler. Hal ini digunakan guna mempermudah praktikan dalam mengamati titik leleh suatu zat. Jika kita meletakkan suatu zat diujung kapiler, akan sulit bagi praktikan dalam menentukan titik leleh zat tesebut hingga menimbulkan kesalahan dalam menghitung yitik lelehnya suatu zat.
    Sekian, terimakasih, wassalamualaikum.

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. Selamat malam, nama saya Dea Ristria Ariani dengan NIM A1C118003. Saya akan coba menjawab pertanyaan nomor 1. Jawabannya yaitu ada alat yang dapat di gunakan untuk menentukan titik leleh selain melting point. Yaitu alat yang di buat secara sederhana dengan menggunakan prinsip melting point juga dalam menentukan titik leleh suatu senyawa . Yaitu dengan menggunakan kaleng susu sebagai tempat untuk meletakkan pipa kapiler yg telah di ikat sebelumnya dengan sampel untuk menentukan suhunya pada saat pemanasan

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
    Nama saya Valen Dwi Putri,
    Nim : A1C118050.
    Saya akan menjawab permasalahan nomor 2, Mengapa posisi pipa kapiler yang telah terdapat sampel murni didalamnya harus diletakan tepat ditengah-tengah pada alat melting point?. Karna jika tidak diletakkan ditengah" akan terjadi penyimpangan dari titik leleh senyawa murninya. Penyimpangan tersebut bisa berupa perbedaan range zat saat mulai meleleh dan setelah meleleh semua menjadi lebih kecil atau lebih besar.

    BalasHapus